Cari Karya

Minggu, 03 Juni 2018

Ramadhan Bersama Manda #18 (Special Edition)

Semua Karena Kehendak-Nya


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jumpa lagi kita 😊. Kali ini, aku mau bawa kalian keliling dunia *eh gak deh, hanya dua tempat. Tapi, semoga berkesan ya...


Malamnya, aku membuka aplikasi Instagram. Jujur saja, selama bulan Ramadhan, baru kali ini aku membuka Instagram. Berbagai posting-an dari akun wisata alam tersaji di depan mata. Mereka menyodorkan destinasi favoritku selama ini. Melihatnya saja mampu menyejukkan mata dan hati yang gundah. Mungkin, suatu hari nanti...

Aku terlelap dengan angan-angan pergi ke tempat itu. Ya, dua tempat yang sangat ingin kukunjungi. Mekkah dan Inggris. Setiap harap punya cerita dibalik pengharapan. Begitu pun hasratku untuk berkunjung ke dua tempat mengagumkan itu.

Mekkah. Siapa pula yang tak ingin ke sana? Setiap muslim di bumi yang tahu kewajibannya untuk menunaikan haji pasti mau ke tempat ini. Aku juga ingin ke sana suatu hari nanti. Pun, kuikutsertakan ayah dan ibu. Memboyong mereka ke tanah suci itu.

Sejak kutahu sebuah kota bernama Mekkah dan berbagai sejarah serta aspek kehidupannya, aku jatuh cinta pada kota ini. Kupendam rindu pada kota ini hampir selama aku hidup. Apalagi belakangan ini kutahu mengenai tempat-tempat lain selain Masjidil Haram di Mekkah. Gua Hira di Jabal Nur, Gua Tsur di Jabal Tsur, serta Jabal Rahmah merupakan beberapa objek wisata yang memiliki nilai historis di dalamnya. Berbagai tempat di Mekkah ingin kusambangi demi melihat kekuasaan Yang Maha Pencipta.

Kota ini memiliki ciri khas tersendiri dibanding kota lain yang membuatku takjub akannya.  Bagaimana tidak? Hanya di kota Mekkah saja setiap tahun dalam beberapa hari, jutaan warga muslim dunia berkumpul di sini. Ditambah, Mekkah menjadi salah satu kota yang akan terhindar dari fitnah Dajjal. Semua karena kehendak-Nya.

Tempat kedua yaitu Inggris. Negara yang saat ini muslimnya tengah berkembang pesat di negara minoritas. Bahkan saat ini, Islam menjadi agama dengan penganut terbesar kedua setelah Kristen di negeri Ratu Elizabeth ini. Padahal, Islam baru berkembang pesat selama dua dekade terakhir.

Aku mengenal Inggris sebetulnya sudah cukup lama. Bermula dari pelajaran IPS tentang negara-negara di dunia saat di bangku SD. Tapi saat itu, pandanganku tentang Inggris merupakan sebuah negara kerajaan, negara industri, negara sepak bola, dan lainnya. Sampai suatu hari kulihat sejenis acara muslim travel yang sedang berkunjung ke Inggris. Aku langsung jatuh cinta pada negara ini.

Tak pernah terpikirkan olehku, Islam begitu membaur di Inggris. Proses islamisasinya pun berkembang cepat. Mulai dari datangnya imigran Muslim dari negara-negara seperti India dan sekitarnya. Hingga detik ini, banyak penduduk Kristen yang memutuskan menjadi mualaf.

Aku ingin melihat langsung orang-orangnya, penduduknya, bagaimana hati mereka bisa tergerak untuk pindah agama. Aku ingin mendengar cerita-cerita mereka yang berbeda budaya denganku. Pasti menarik sekali. Belum lagi tempat-tempat hebat lainnya yang bisa dikunjungi.

Hal menarik lainnya adalah, banyak masjid-masjid yang bermunculan di Inggris merupakan bekas gereja yang sepi jamaah. Aku juga ingin tahu sejarah lengkapnya melalui mulut mereka sendiri bukan dari mesin pencari. Akan kusambangi pula masjid pertama di negara tersebut, sejarahnya juga tak kalah unik prediksiku. Para penduduknya yang beramai-ramai memutuskan masuk Islam itu hebat bagiku, sangat. Kembali lagi, semua karena kehendak-Nya.

Segala keajaiban dan kehebatan dua tempat yang ingin kukunjungi itu didasari karena kehendak-Nya. Begitu pula keinginanku ke sana. Hal itu tidak bisa terlaksana jika tanpa kehendak-Nya. Semoga kakiku diringankan oleh Allah untuk pergi ke dua tempat itu.

Aku sampai lupa, besok ada agenda penting yang tidak boleh terlewatkan. Kuhampiri ibu dan memastikan segalanya baik. Semuanya baik.

Bersambung...


Kali ini, Manda ada agenda apa sih? Penasaran? Tunggu kisah selanjutnya ya. Sekian. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar